Berita

Mengenang HAR Tilaar, Tokoh Pendidikan yang Lebih Suka Disebut Guru

Jumat, 07 Februari 2020 / Berita

   - 03 Feb 2020, 22:02 WIB

Mengenang HAR Tilaar, Tokoh Pendidikan yang Lebih Suka Disebut Guru

Martha Tilaar di Acara Tribute to HAR Tilaar di Kemdikbud, Jakarta, 3 Februari 2020. (Liputan6.com/Henry)


Martha Tilaar di Acara Tribute to HAR Tilaar di Kemdikbud, Jakarta, 3 Februari 2020. (Liputan6.com/Henry)
Liputan6.com, Jakarta -  Profesor Henry Alexis Rudolf Tilaar atau HAR Tilaar termasuk tokoh pendidikan di Indonesia yang dikenal luas. Ia juga suami dari pengusaha kosmetik Martha Tilaar.

Ia memang sudah tiada pada 30 Oktober 2019 dalam usia 87 tahun, namun kiprah dan jejaknya di dunia pendidikan akan selalu dikenang banyak orang. Terutama oleh mereka yang berkiprah di bidang pendidikan.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI bersama Yayasan Cahaya Guru mengadakan acara bincang-bincang tribute to HAR Tilaar dengan tema ‘Menyemai Benih Kemandirian Pendidikan’.

Acara juga diramaikan dengann kehadiran sejumlah praktisi pendidikan dan guru dari beberapa daerah di Indoesia, serta mereka yang pernah mengenal HAR Tilaar secara langsung maupun mengamati kiprahnya di bidang pendidikan.

"Pak Alex (panggilan akrab HAR Tilaar) jelas termasuk salah satu tokoh pendidikan di Indonesia. Hampir sepanjang hidupnya dia mengabdikan dirinya di bidang pendidikan. Pemikirannya jauh ke depan dan sangat visioner, bahkan cukup sejalan dengan kebijakan-kebijakan yang dijalankan Mendikbud sekarang ini," tutur Totok Suprayitno pada Liputan6.com.

"Contohnya pendidikan yang mandiri, itu sudah dia kemukakan kalau tidak salah dari tahun 90-an. Dulu pemikiran seperti itu dianggap tidak populer, tapi sekarang justru banyak dibahas dan jadi bagian dari visi kita di Kemdikbud," sambungnya.

Pemikiran dan gagasan HAR Tilaar bukan hanya wacana, tapi dituangkan dalam berbagai tulisan dan buku yang ditulisnya sendiri. Total ada 31 buku yang dibuat oleh pria asal Manado tersebut dan 30 buku bertema pendidikan dan hanya satu yang menceritakan tentang kehidupan pribadinya.

"Semua buku-buku ini tentu bisa ada dan terbit bukan karena pak Alex, tapi juga berkat peran istrinya, ibu Martha Tilaar. Buku-bukunya bisa terbit karena ada peran keluarga yang sangat membantu proses penerbitan buku. Jadi, kita juga harus berterima kasih pada ibu Martha," ucap Henny Supolo.

    Kirim Komentar

    © Copyright SISKOLA 2022 - All Rights Reserved. Designed and Developed by Developed by Citraweb

    customization